NEWS SIBU – Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh ke Istana pada Kamis (21/11/2025). Di antara yang hadir adalah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta aktivis sosial sekaligus penulis senior Nanik S. Deyang. Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu menarik perhatian publik karena digelar tanpa agenda terbuka di kalender resmi Istana.

Menurut sumber internal, undangan tersebut bersifat terbatas dan dilakukan untuk membahas sejumlah isu terkini, termasuk stabilitas pangan nasional serta dinamika sosial politik menjelang evaluasi kinerja kabinet.
Baca Juga : Nanik S. Deyang Dipanggil Prabowo ke Istana Bahas Becak Listrik
Bahas Stabilitas Pangan dan Program Strategis
Amran menjadi salah satu tokoh yang pertama memasuki Istana. Ia terlihat membawa sejumlah dokumen yang diduga berkaitan dengan laporan kondisi pangan nasional. Setelah pertemuan, Amran menyampaikan bahwa Presiden ingin memastikan seluruh program pangan berjalan sesuai target.
“Presiden menekankan pentingnya menjaga ketersediaan dan stabilitas harga. Beliau ingin semua program strategis dieksekusi cepat dan tepat,” ujar Amran singkat.
Salah satu isu yang dibahas disebut terkait penguatan produksi dalam negeri dan evaluasi program bantuan pupuk kepada petani. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi komoditas utama pada 2026 untuk mengurangi ketergantungan impor.
Kehadiran Nanik S. Deyang Jadi Sorotan
Selain Amran, sosok lain yang hadir dan menarik perhatian adalah Nanik S. Deyang. Aktivis dan penulis senior itu dikenal dekat dengan berbagai tokoh nasional. Kehadirannya memunculkan spekulasi bahwa Presiden ingin mendengarkan pandangan dari berbagai lapisan masyarakat terkait dinamika sosial dan komunikasi publik pemerintah.
Saat keluar dari Istana, Nanik enggan menjelaskan detail isi pertemuan, namun ia mengaku menyampaikan sejumlah catatan mengenai kondisi masyarakat.
“Saya hanya memberikan masukan tentang situasi di lapangan. Presiden sangat terbuka menerima pandangan dari siapa pun,” kata Nanik.
Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh diskusi konstruktif.
Presiden Minta Masukan Beragam
Sumber pemerintahan menyebut bahwa Presiden Prabowo ingin memastikan kebijakan pemerintah tetap responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Karena itu, ia rutin memanggil tokoh lintas sektor untuk memberikan masukan langsung.
Pertemuan dengan Amran dan Nanik digambarkan sebagai bagian dari pola komunikasi Presiden yang ingin menyerap aspirasi dari birokrasi, pelaku kebijakan, dan masyarakat sipil.
Publik Nantikan Hasilnya
Meski belum ada pengumuman resmi mengenai keputusan atau kebijakan baru setelah pertemuan ini, publik menunggu langkah lanjutan pemerintah, khususnya terkait pangan dan upaya menjaga stabilitas sosial.
Sejumlah analis memandang langkah Presiden memanggil berbagai tokoh secara langsung sebagai upaya memperkuat manajemen pemerintahan serta merespons cepat dinamika yang berkembang.









