NEWS SIBU – Tiga negara utama di kawasan Asia Tenggara—Indonesia, Malaysia, dan Singapura—diprediksi menghadapi risiko kabut asap parah pada tahun 2025, seiring meningkatnya aktivitas pembakaran lahan dan kondisi cuaca ekstrem yang dipicu perubahan iklim.
Peringatan ini disampaikan sejumlah pakar lingkungan dan lembaga pengamat iklim regional yang melihat tren meningkatnya titik panas (hotspot) dan anomali cuaca di kawasan Sumatera dan Kalimantan, yang selama ini menjadi episentrum kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Jika tidak ada upaya pencegahan yang kuat, kabut asap lintas batas pada 2025 bisa lebih buruk dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar salah satu peneliti di ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC).
Baca Juga : Purwakarta waspadai bencana kekeringan dan karhutla
🔥 Faktor Penyebab: El Niño dan Pembukaan Lahan
Dua faktor utama yang memperburuk situasi ini adalah:
-
Fenomena El Niño berkepanjangan, yang menyebabkan kekeringan ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia dan Malaysia.
-
Praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar, terutama di sektor perkebunan sawit dan pertanian, yang masih sulit dikendalikan.
Data terakhir menunjukkan peningkatan jumlah titik panas di Sumatera bagian selatan dan Kalimantan barat sejak awal 2025.
🌫️ Ancaman Serius Bagi Kesehatan dan Ekonomi
Kabut asap bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat, pendidikan, transportasi, dan ekonomi lintas negara.
Selama puncak kabut asap di 2015 dan 2019, ribuan sekolah ditutup, puluhan ribu warga menderita ISPA, dan penerbangan terganggu. Kerugian ekonomi regional kala itu mencapai miliaran dolar AS.
Singapura dan Malaysia telah menyampaikan kekhawatiran diplomatik melalui jalur kerja sama ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution, namun implementasi di lapangan masih jadi tantangan besar.
⚠️ Imbauan dan Upaya Mitigasi
Pemerintah ketiga negara diimbau untuk:
-
Memperketat pengawasan lahan dan kebakaran hutan
-
Mendorong penggunaan teknologi ramah lingkungan untuk membuka lahan
-
Memperkuat kerja sama regional penanganan kabut asap
-
Meningkatkan kampanye publik untuk mencegah karhutla
Indonesia sendiri melalui Satgas Karhutla telah bersiap mengaktifkan lebih awal sistem peringatan dini serta patroli udara dan darat, terutama di provinsi rawan seperti Riau, Jambi, Kalbar, dan Kalteng.









