NEWS SIBU – Pemerintah Sarawak mengambil langkah strategis dalam meningkatkan kualitas aparatur sipil negara (ASN) dengan mengirim mereka untuk mengikuti pelatihan di Henley Business School, Inggris. Program ini diumumkan langsung oleh Premier Sarawak, Datuk Patinggi Tan Sri Abang Johari Tun Openg, sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam membangun birokrasi yang adaptif, modern, dan responsif terhadap tantangan global.

Henley Business School, yang berada di bawah naungan University of Reading, dikenal sebagai salah satu sekolah bisnis terkemuka di dunia. Dengan pengalaman dan reputasi internasionalnya, institusi ini dipercaya dapat memberikan wawasan baru serta memperkaya keterampilan ASN Sarawak dalam bidang kepemimpinan dan manajemen publik.
Baca Juga : Sarawak Water: Perbaikan pipa di Jalan Canna, Kuching, diperpanjang karena masalah teknis
Program Pelatihan Bertahap Mulai 2025
Premier Abang Johari menjelaskan bahwa program ini akan dimulai dengan pengiriman tiga orang ASN setiap tahun. Jumlah peserta akan ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pemerintah daerah.
Pelatihan dibagi ke dalam dua kategori utama:
-
Tailored Programme, yaitu program yang dirancang khusus sesuai dengan kebutuhan pembangunan dan pemerintahan Sarawak.
-
Open Learning, di mana ASN Sarawak akan belajar bersama peserta internasional dari berbagai negara untuk mendapatkan pengalaman lintas budaya dan perspektif global.
Dengan kombinasi tersebut, diharapkan ASN Sarawak mampu membawa pulang pengetahuan praktis sekaligus membangun jejaring internasional yang bermanfaat untuk kemajuan daerah.
Tujuan dan Harapan dari Program
Menurut Abang Johari, pengiriman ASN ke Inggris bukan hanya sekadar pelatihan akademik, tetapi juga investasi jangka panjang dalam membentuk generasi pemimpin publik yang visioner. Ada tiga tujuan utama dari program ini:
-
Menghadapi Tantangan Teknologi: ASN diharapkan lebih melek digital agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang pesat.
-
Membangun Kepemimpinan Adaptif: Dengan pelatihan internasional, ASN dituntut untuk tanggap terhadap isu-isu global seperti perubahan iklim, keberlanjutan, dan transformasi ekonomi.
-
Meningkatkan Efisiensi Birokrasi: Pengetahuan baru diharapkan dapat diterapkan untuk memperbaiki sistem pemerintahan, pelayanan publik, dan inovasi kebijakan.
Jejak Nostalgia Premier Abang Johari di Henley
Abang Johari juga menambahkan sentuhan pribadi dalam pengumumannya. Ia pernah menjadi mahasiswa di Henley Business School pada tahun 1984. Pengalaman tersebut, katanya, sangat berpengaruh dalam membentuk pola pikir kepemimpinannya hingga kini.
Ia mengenang bagaimana saat itu teknologi masih terbatas, bahkan penggunaan punch card masih menjadi hal lumrah. Kini, dengan teknologi digital yang berkembang pesat, para ASN dituntut lebih cepat beradaptasi agar kebijakan publik bisa mengikuti perkembangan zaman.
Implikasi Positif bagi Sarawak
Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat transformasi birokrasi Sarawak. Dengan mengirim ASN ke lembaga pendidikan internasional, pemerintah berharap dapat menularkan semangat inovasi, memperkuat integritas, dan membangun pemerintahan yang lebih modern.
Selain itu, partisipasi dalam program ini juga akan memperluas jejaring kerja sama internasional. ASN Sarawak tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga peluang untuk menjalin kolaborasi dengan pemimpin dan profesional dari berbagai negara.
Kesimpulan
Program pelatihan ASN Sarawak di Henley Business School merupakan langkah nyata untuk mempersiapkan aparatur pemerintahan menghadapi masa depan. Dengan fondasi ilmu manajemen internasional, diharapkan ASN Sarawak mampu memberikan pelayanan publik yang lebih baik, inovatif, dan berdaya saing global.











