NEWS SIBU – Ajang Ratu Etnik Siburan 2025 kembali digelar dengan menghadirkan sejumlah persyaratan baru yang lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satu syarat yang menjadi sorotan adalah kemampuan peserta dalam menguasai dua bahasa utama.

Yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Melayu. Panitia menilai, penguasaan bahasa akan menjadi faktor penting dalam menilai kecerdasan, keterampilan komunikasi, serta kesiapan peserta untuk bersaing di panggung internasional.
Baca Juga : Malaysia Day Fun Walk Satok Edition 1.0 tarik penyertaan pelbagai lapisan masyarakat
Acara yang berlangsung di Siburan, Serian, Sarawak, Malaysia ini tidak hanya menampilkan kecantikan fisik, tetapi juga menekankan pentingnya budaya, intelektualitas, dan wawasan global dari setiap kontestan.
Bahasa sebagai Jembatan Budaya dan Globalisasi
Ketua panitia Ratu Etnik Siburan 2025 menegaskan, penggunaan Bahasa Inggris dan Melayu memiliki makna penting dalam ajang ini. Bahasa Melayu dipilih karena merupakan bahasa nasional dan sarana utama dalam melestarikan identitas etnik serta menyampaikan pesan budaya lokal. Sementara itu, Bahasa Inggris diperlukan untuk memberikan ruang lebih luas bagi peserta agar bisa menjangkau audiens internasional.
“Peserta yang mampu berbicara dengan baik dalam kedua bahasa ini akan lebih siap menjadi duta budaya, bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga di forum global,” jelas panitia dalam konferensi pers.
Persaingan Semakin Ketat
Dengan adanya aturan baru ini, seleksi peserta menjadi semakin ketat. Panitia menekankan bahwa penguasaan bahasa akan diuji secara langsung melalui sesi wawancara dan presentasi di hadapan dewan juri. Selain itu, para finalis juga dituntut untuk bisa menjawab pertanyaan spontan dalam dua bahasa tersebut, sehingga melatih kemampuan berpikir cepat dan menyampaikan ide secara jelas.
Bagi peserta, aturan ini memang menantang, namun juga memberikan peluang besar untuk menunjukkan kualitas diri. Sejumlah calon peserta mengaku mulai mempersiapkan diri dengan kursus intensif, membaca referensi budaya, serta berlatih berbicara di depan publik.
Mengangkat Nilai Budaya Lokal
Selain syarat bahasa, Ratu Etnik Siburan tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai ajang yang menonjolkan keindahan dan keberagaman etnik di Sarawak. Setiap peserta diwajibkan mengenakan busana tradisional daerah masing-masing serta membawakan pertunjukan seni budaya, baik dalam bentuk tarian, musik, maupun seni pertunjukan lainnya.
Dengan kombinasi kemampuan berbahasa, wawasan budaya, dan keterampilan personal, diharapkan pemenang Ratu Etnik Siburan benar-benar menjadi sosok yang mewakili kecantikan luar dan dalam seorang perempuan modern tanpa meninggalkan akar tradisinya.
Harapan Panitia dan Masyarakat
Masyarakat Siburan menyambut positif langkah panitia menekankan pentingnya penguasaan bahasa. Selain memperkuat daya saing kontestan. Hal ini juga dianggap sebagai cara untuk menyiapkan generasi muda Sarawak agar lebih percaya diri di kancah internasional.
Dengan semakin meningkatnya perhatian terhadap ajang ini. Ratu Etnik Siburan 2025 diprediksi tidak hanya menjadi acara budaya, tetapi juga sarana promosi pariwisata yang memperkenalkan kekayaan etnik Sarawak kepada dunia.
Kesimpulan
Persyaratan baru yang mewajibkan peserta fasih berbahasa Inggris dan Melayu menjadikan Ratu Etnik Siburan 2025 lebih dari sekadar kontes kecantikan. Ajang ini kini hadir sebagai wadah pembuktian bahwa kecerdasan. Kemampuan komunikasi, dan pemahaman budaya merupakan nilai penting bagi seorang duta etnik. Dengan langkah ini, Siburan semakin menegaskan posisinya sebagai pusat kegiatan budaya dan promosi pariwisata di Malaysia.









