
Bahasa Isyarat Jadi Mapel Tambahan
Kementerian Pendidikan Malaysia menegaskan bahwa pengenalan Bahasa Isyarat di sekolah bertujuan agar siswa terbiasa berinteraksi dengan penyandang disabilitas, khususnya tunarungu. Program ini akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari sekolah-sekolah percontohan sebelum diterapkan secara nasional.
Alasan Pentingnya Bahasa Isyarat
Bahasa Isyarat dipandang penting karena dapat memperkuat komunikasi lintas kelompok masyarakat. Dengan memahami bahasa ini, para siswa diharapkan bisa mengurangi hambatan komunikasi, serta menumbuhkan rasa empati dan solidaritas terhadap kelompok disabilitas.
Respon Positif Masyarakat
Kebijakan ini mendapat sambutan baik dari berbagai pihak, termasuk komunitas penyandang disabilitas dan organisasi pendidikan. Mereka menilai langkah tersebut tidak hanya sebagai upaya meningkatkan literasi komunikasi, tetapi juga memperkuat kesetaraan hak dalam mengakses pendidikan dan ruang publik.
Implementasi di Sekolah
Mulai 2027, Bahasa Isyarat akan diajarkan sebagai mata pelajaran tambahan di tingkat dasar dan menengah. Pemerintah juga tengah mempersiapkan tenaga pengajar khusus, modul pembelajaran, serta dukungan teknologi untuk memudahkan proses belajar mengajar.
Baca juga :
Pemprov Sulsel Gandeng Bulog Gelar Pasar Murah di Malili Luwu Timur
Harapan ke Depan
Dengan masuknya Bahasa Isyarat ke dalam kurikulum sekolah, Malaysia berharap dapat melahirkan generasi muda yang lebih peduli, inklusif, dan mampu berkomunikasi dengan beragam kelompok masyarakat. Kebijakan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi negara lain di kawasan Asia Tenggara untuk mengedepankan pendidikan inklusif.











