NEWS SIBU — Komisi Yudisial (KY) mengakui bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap integritas pengadilan masih menghadapi tantangan serius. Meski berbagai upaya pembenahan telah dilakukan, sejumlah indikator menunjukkan publik belum sepenuhnya yakin terhadap profesionalitas dan independensi lembaga peradilan.

Anggota Komisi Yudisial, (nama pejabat), mengatakan bahwa persepsi publik merupakan aspek penting dalam memastikan wibawa lembaga peradilan tetap terjaga.
Baca Juga : Purbaya Singgung Jurnalis Kurang Galak: Saya Lihat Mingkem Semua
“Kami melihat masih ada keraguan masyarakat terhadap integritas sebagian hakim dan proses peradilan. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (…/11/2025).
Tingginya Laporan Pelanggaran Etik Jadi Sorotan
KY mencatat bahwa laporan dugaan pelanggaran etik hakim masih cukup tinggi pada 2025. Sejumlah kasus yang ditangani menunjukkan masih adanya perilaku menyimpang, mulai dari ketidakprofesionalan hingga dugaan intervensi pihak eksternal.
“Setiap laporan yang masuk kami proses secara objektif. Namun angka pengaduan yang tetap tinggi menunjukkan bahwa masyarakat belum puas dengan pelayanan peradilan,” jelas pejabat tersebut.
Menurut KY, sebagian besar laporan berasal dari masyarakat pencari keadilan yang merasa diperlakukan tidak adil atau menemukan indikasi pelanggaran etik dalam proses persidangan. KY menegaskan akan terus meningkatkan mekanisme pemantauan dan pemeriksaan untuk memastikan setiap hakim bekerja sesuai kode etik.
Upaya Penguatan Integritas Hakim Terus Dilakukan
Untuk mengembalikan kepercayaan publik, KY menambahkan bahwa serangkaian program penguatan kapasitas dan integritas hakim terus dilakukan. Mulai dari pendidikan etik berkelanjutan, pengawasan melekat, hingga kerja sama dengan Mahkamah Agung dalam penegakan disiplin.
“Kami tidak hanya bertugas mengawasi, tetapi juga memperbaiki. Penguatan integritas tidak cukup dengan sanksi. Dibutuhkan pembinaan, pelatihan, dan perubahan kultur kerja,” kata pejabat KY tersebut.
Selain itu, KY mendorong agar putusan-putusan pengadilan lebih mudah diakses publik demi meningkatkan transparansi. Pembukaan ruang pelibatan masyarakat sipil dalam pemantauan peradilan juga menjadi langkah strategis yang sedang diperluas.
Masyarakat Diminta Beri Masukan dan Laporkan Pelanggaran
KY mengajak masyarakat untuk aktif memberikan masukan dan melaporkan setiap dugaan pelanggaran etik yang ditemukan.
“Kami membutuhkan partisipasi publik. Jangan ragu melapor, karena integritas pengadilan adalah hak masyarakat dan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Komisi Yudisial memastikan akan terus memperkuat sistem pengawasan agar pengadilan benar-benar menjadi tempat mencari keadilan yang bersih, transparan, dan dapat dipercaya.











