NEWS SIBU — Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, mengumumkan kebijakan terbaru terkait subsidi bahan bakar minyak (BBM) jenis RON95. Mulai 30 September 2025, subsidi ini akan diberikan untuk semua pengemudi Malaysia yang memiliki MyKad (KTP elektronik Malaysia) dan surat izin mengemudi (SIM) yang sah.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5291960/original/050115400_1753237541-Untitled.jpg)
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meringankan beban biaya hidup masyarakat di tengah fluktuasi harga minyak dunia.
Baca Juga : Harga BBM Malaysia Dipangkas, Jauh Lebih Murah dari Indonesia
Mekanisme Penyaluran Subsidi
Dalam konferensi pers, Anwar menjelaskan bahwa subsidi RON95 hanya dapat diakses oleh pengemudi terdaftar. Mereka wajib menunjukkan MyKad dan SIM saat melakukan pembelian BBM di stasiun pengisian bahan bakar.
Dengan sistem ini, pemerintah memastikan bahwa subsidi tepat sasaran, yakni bagi warga Malaysia yang benar-benar aktif menggunakan kendaraan pribadi, bukan untuk pihak industri maupun warga asing.
Tujuan dan Harapan Pemerintah
Anwar menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya soal keringanan biaya, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi penyaluran subsidi. Selama ini, subsidi BBM kerap dinikmati oleh kelompok yang tidak tepat sasaran, bahkan sebagian bocor ke pengguna non-domestik.
“Mulai 30 September, setiap pengemudi Malaysia dengan MyKad dan SIM sah dapat menikmati subsidi RON95. Kita ingin memastikan keadilan bagi rakyat dan mengurangi kebocoran subsidi,” kata Anwar.
Dampak bagi Masyarakat
Subsidi ini diperkirakan akan menurunkan beban pengeluaran rumah tangga, terutama bagi kelompok menengah ke bawah yang sangat bergantung pada kendaraan bermotor untuk aktivitas sehari-hari.
Sejumlah pengemudi menyambut baik kebijakan ini. Mereka menilai langkah pemerintah cukup tepat di tengah biaya hidup yang semakin meningkat. Namun, ada pula kekhawatiran terkait potensi antrean panjang di SPBU akibat verifikasi MyKad dan SIM.
Tantangan Implementasi
Meski mendapat apresiasi, pemerintah tetap menghadapi tantangan dalam pelaksanaan kebijakan ini. Salah satunya adalah kesiapan infrastruktur digital untuk memverifikasi identitas pengemudi secara cepat di setiap SPBU.
Selain itu, pengawasan ketat diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan, seperti peminjaman MyKad atau praktik percaloan. Pemerintah menyatakan telah menyiapkan sistem pengawasan terintegrasi bersama pihak kepolisian dan Kementerian Perdagangan Dalam Negeri.
Kesimpulan
Kebijakan subsidi RON95 bagi semua pengemudi Malaysia yang memiliki MyKad dan SIM mulai 30 September 2025 menjadi salah satu langkah penting pemerintahan Anwar Ibrahim dalam menjaga stabilitas ekonomi rakyat. Dengan sistem yang lebih terarah, diharapkan subsidi dapat tersalurkan tepat sasaran sekaligus mengurangi kebocoran anggaran negara.











