NEWS SIBU – Jabatan Hutan Sarawak (JHS) secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Arbonaut Ltd, sebuah perusahaan teknologi kehutanan asal Finlandia, untuk memperkuat pemanfaatan teknologi digital dalam pengurusan hutan. Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas monitoring, konservasi, dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan di Sarawak.

Transformasi Digital Kehutanan
Baca Juga : Bom lama aktif ditemui di Lahad Datu berjaya dimusnahkan
Kerja sama JHS dengan Arbonaut Ltd menandai langkah strategis dalam modernisasi sektor kehutanan. Teknologi berbasis remote sensing, pemetaan digital, hingga analisis data berbasis satelit akan digunakan untuk mempercepat dan mempermudah proses pemantauan hutan.
“Dengan adanya teknologi dari Arbonaut, pengurusan hutan akan lebih terintegrasi, efisien, dan transparan. Kami ingin memastikan sumber daya hutan Sarawak terus terjaga untuk generasi mendatang,” kata Pengarah JHS.
Fokus pada Kelestarian dan Transparansi
Arbonaut Ltd dikenal sebagai penyedia teknologi kehutanan global dengan solusi ArboRemote dan ArboForest, yang memungkinkan pemetaan detail kawasan hutan serta pendeteksian perubahan ekosistem secara real-time. Dengan sistem ini, JHS dapat melakukan intervensi lebih cepat terhadap ancaman kerusakan hutan, seperti penebangan ilegal atau kebakaran.
“Teknologi kami akan mendukung Sarawak dalam mencapai keseimbangan antara konservasi, pembangunan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat lokal,” ujar perwakilan Arbonaut Ltd.
Dampak Positif untuk Sarawak
Melalui kerja sama ini, JHS bertekad memperkuat strategi Sustainable Forest Management (SFM) yang telah dicanangkan pemerintah. Peningkatan kapasitas SDM, transfer teknologi, serta pelatihan teknis menjadi bagian penting dari kesepakatan.
Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan meningkatkan transparansi data kehutanan, sehingga dapat diakses oleh publik, lembaga internasional, maupun mitra pembangunan yang peduli terhadap isu lingkungan global.
Harapan ke Depan
Kerja sama JHS–Arbonaut Ltd menjadi momentum penting dalam memastikan kelestarian hutan Sarawak sejalan dengan komitmen Malaysia terhadap agenda perubahan iklim dunia. Dengan kombinasi kearifan lokal dan teknologi internasional, diharapkan pengurusan hutan Sarawak semakin adaptif terhadap tantangan global.










