NEWS SIBU — Enam pelajar yang sempat terkandas akibat banjir di wilayah Sibu akhirnya berhasil diselamatkan oleh tim penyelamat pada Rabu (10/9/2025). Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak beberapa hari terakhir, sehingga menyebabkan beberapa wilayah di Sibu terendam air dengan ketinggian yang cukup membahayakan.

Menurut laporan awal, keenam pelajar tersebut dalam perjalanan pulang sekolah ketika jalan yang mereka lalui tiba-tiba terendam banjir. Arus deras membuat mereka terjebak dan tidak bisa melanjutkan perjalanan. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera menghubungi pihak berwenang untuk meminta pertolongan.
Baca Juga : PM arah semua lawatan rasmi menteri, timbalan menteri dihentikan sementara
Aksi Penyelamatan Dramatis
Tim penyelamat dari Bomba dan Penyelamat Malaysia (JBPM) Sibu segera dikerahkan ke lokasi. Dengan menggunakan perahu penyelamat, tim berhasil mengevakuasi seluruh pelajar satu per satu dalam kondisi aman.
Komandan operasi penyelamatan menyebutkan bahwa meskipun arus air cukup kuat, evakuasi dapat dilakukan dengan lancar berkat koordinasi cepat antara tim penyelamat, relawan, dan warga setempat. “Syukurlah semua pelajar dapat diselamatkan tanpa ada korban jiwa,” ujarnya.
Kondisi Terkini Para Pelajar
Setelah berhasil dievakuasi, para pelajar langsung dibawa ke posko kesehatan darurat untuk menjalani pemeriksaan medis. Hasilnya, mereka dinyatakan sehat dan tidak mengalami luka serius, meskipun sempat mengalami kelelahan dan trauma ringan akibat terjebak dalam banjir.
Pihak sekolah dan keluarga pelajar menyampaikan rasa lega dan berterima kasih atas kerja cepat tim penyelamat. “Kami sangat bersyukur anak-anak bisa kembali dengan selamat. Ini peringatan bagi kita semua untuk lebih waspada saat musim hujan,” kata salah satu orang tua.
Respon Pemerintah dan Aparat
Pemerintah daerah Sibu telah mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan menghindari jalur rawan banjir. Aparat juga memperketat patroli di kawasan yang terdampak serta menyiapkan posko darurat di beberapa titik strategis.
Selain itu, Badan Meteorologi setempat memprediksi hujan masih berpotensi mengguyur dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta untuk tidak memaksakan diri melintasi jalan yang tergenang banjir demi keselamatan.
Harapan dan Langkah Pencegahan
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya bagi pelajar dan masyarakat yang beraktivitas sehari-hari di daerah rawan banjir. Edukasi tentang keselamatan saat banjir serta peningkatan infrastruktur drainase menjadi hal yang mendesak untuk mengurangi risiko kejadian serupa.
Organisasi masyarakat dan relawan kemanusiaan juga diharapkan dapat lebih aktif memberikan sosialisasi serta bantuan logistik di wilayah terdampak.
Penutup
Kasus enam pelajar yang terjebak banjir di Sibu dan berhasil diselamatkan ini memberikan pelajaran bahwa kewaspadaan, koordinasi cepat, dan solidaritas masyarakat sangat penting dalam menghadapi bencana alam.









