NEWS SIBU – Banjir besar melanda wilayah Sarawak, Malaysia, sejak awal pekan ini dan menyebabkan terputusnya akses antara Indonesia dan Malaysia, khususnya melalui jalur darat di Kota Sibu. Curah hujan tinggi yang mengguyur selama beberapa hari terakhir memicu meluapnya sungai dan genangan air setinggi satu hingga dua meter di sejumlah titik utama.

Jalur penghubung yang biasa digunakan untuk aktivitas ekonomi dan sosial antara warga perbatasan Kalimantan dan Malaysia kini tak bisa dilalui, baik oleh kendaraan pribadi maupun angkutan logistik.
Baca Juga : Wamenkeu: Kenaikan PBB Pati 250 % Kewenangan Pemerintah Daerah
Lalu Lintas Internasional Terhambat
Jalur Sibu dikenal sebagai titik transit penting yang menghubungkan wilayah utara Kalimantan dengan Sarawak, terutama bagi masyarakat perbatasan yang kerap melakukan aktivitas perdagangan, pendidikan, maupun kunjungan keluarga.
Menurut informasi dari pihak Imigrasi Malaysia dan Bea Cukai Sarawak, sementara waktu akses keluar-masuk ditutup hingga kondisi dinyatakan aman. Ini membuat aktivitas masyarakat terganggu, termasuk pengiriman barang dari dan ke wilayah Indonesia.
“Saat ini kondisi jalan tidak memungkinkan untuk dilalui. Kami minta masyarakat menunda perjalanan lintas negara untuk sementara waktu,” ujar petugas imigrasi Sibu, Selasa (8/8/2025).
Ratusan Warga Dievakuasi, Sekolah Diliburkan
Selain memutus akses lintas negara, banjir juga berdampak langsung terhadap warga lokal. Ratusan keluarga di sekitar Kota Sibu telah dievakuasi ke posko darurat yang disiapkan pemerintah daerah.
Beberapa sekolah di wilayah terdampak terpaksa diliburkan karena akses jalan menuju gedung sekolah terendam banjir. Pemerintah Malaysia juga mengaktifkan sistem peringatan dini untuk mengantisipasi hujan susulan.
Perdagangan RI–Malaysia Terhenti Sementara
Dampak banjir tak hanya dirasakan warga, namun juga pelaku usaha kecil dan menengah di perbatasan Indonesia. Pengusaha ekspor-impor dari Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat mengaku mengalami kerugian karena pengiriman barang ke Sibu tertahan.
“Kami biasanya kirim sayur dan buah ke Sarawak lewat jalur Sibu. Sekarang semua tertunda, takut busuk di jalan,” keluh Hasan, eksportir asal Nunukan.
Pemerintah Pantau Situasi dan Siapkan Alternatif
Pemerintah daerah Kalimantan Utara bekerja sama dengan konsulat RI di Kuching terus memantau kondisi terkini. Opsi jalur alternatif tengah dikaji, meski sebagian besar jalur darat mengalami hal serupa.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan memprioritaskan keselamatan diri sambil menunggu informasi lanjutan dari otoritas terkait.









