Pemerintah negara bagian Sarawak, Malaysia, mengumumkan kebijakan baru yang cukup mengejutkan sekaligus menggembirakan dunia pendidikan. Mulai tahun 2026, mahasiswa asal Sarawak dapat menikmati kuliah gratis di universitas negeri yang beroperasi di wilayah tersebut.
Premier Sarawak, Tan Sri Abang Johari Tun Openg, menyampaikan kebijakan ini saat pidato resmi di Dewan Undangan Negeri Sarawak. Ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda tanpa terbebani biaya kuliah.
Dampak bagi Mahasiswa
Kebijakan kuliah gratis diperkirakan akan memberikan dampak besar, terutama bagi keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah. Mahasiswa tidak lagi terbebani oleh biaya pendaftaran, biaya perkuliahan, hingga uang semester yang selama ini menjadi kendala melanjutkan studi.
Selain itu, pemerintah berharap jumlah mahasiswa Sarawak yang menempuh pendidikan tinggi meningkat pesat. Program ini sekaligus diharapkan menekan angka putus kuliah akibat keterbatasan ekonomi.
Ruang Lingkup Kebijakan
Kuliah gratis akan berlaku untuk semua universitas negeri di Sarawak, termasuk Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) dan institusi lain yang dikelola pemerintah. Namun, pemerintah Sarawak masih merancang skema teknis, termasuk apakah kebijakan ini juga mencakup universitas swasta atau program pascasarjana.
Pemerintah menegaskan bahwa mahasiswa yang menerima manfaat tetap diwajibkan menjaga prestasi akademik sesuai ketentuan yang akan ditetapkan. Hal ini dilakukan agar kualitas pendidikan tetap terjaga.
Reaksi Publik
Kabar kuliah gratis ini disambut hangat oleh masyarakat. Banyak orang tua merasa lega karena tidak perlu lagi memikirkan biaya besar untuk pendidikan anak-anak mereka. Di sisi lain, kalangan mahasiswa menyebut kebijakan ini sebagai “angin segar” yang memberi kesempatan lebih luas untuk menimba ilmu.
Sejumlah pakar pendidikan menilai langkah Sarawak dapat menjadi contoh bagi wilayah lain di Malaysia maupun negara tetangga, termasuk Indonesia. Kebijakan serupa dianggap mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara signifikan.
Pendanaan Program
Pemerintah Sarawak akan menggunakan dana khusus dari pendapatan negara bagian, termasuk hasil pengelolaan sumber daya alam, untuk membiayai program ini. Abang Johari menyebut bahwa keberhasilan pengelolaan ekonomi Sarawak memungkinkan pemerintah menjalankan kebijakan pro-rakyat tanpa mengganggu stabilitas anggaran.
Baca Juga :
Spesifikasi Supercar Buatan Malaysia yang Siap Tantang Ferrari-McLaren
Harapan ke Depan
Dengan adanya kuliah gratis, Sarawak berharap mampu mencetak lebih banyak lulusan berkualitas yang siap bersaing di tingkat regional maupun global. Selain itu, program ini diharapkan menarik minat diaspora Sarawak yang belajar di luar negeri untuk kembali dan berkontribusi di tanah kelahiran.





