NEWS SIBU – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, pemerintah memberikan kabar gembira bagi masyarakat yang ingin bepergian menggunakan pesawat. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan langkah strategis untuk menurunkan harga tiket pesawat domestik, yang selama ini menjadi keluhan masyarakat setiap musim liburan tiba.

Melalui insentif fiskal dan subsidi bahan bakar avtur, Kementerian Keuangan bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan BUMN penerbangan untuk menekan biaya operasional maskapai. Kebijakan ini diharapkan mampu menurunkan harga tiket pesawat hingga 20–30 persen selama periode Nataru 2025.
Baca Juga : Top 3: Sederet Gaya Koboi Menkeu Purbaya
“Tujuan utama kami adalah memastikan masyarakat bisa menikmati libur Nataru tanpa terbebani biaya transportasi yang tinggi,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Dukungan Pemerintah untuk Mobilitas Nasional
Selain subsidi avtur, pemerintah juga menerapkan pembebasan sementara PPN jasa penerbangan bagi rute-rute domestik strategis, terutama di wilayah Indonesia Timur yang selama ini dikenal memiliki tarif tinggi.
Kebijakan ini tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga mendorong peningkatan pergerakan wisatawan domestik ke berbagai destinasi unggulan. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyambut positif langkah tersebut karena akan berdampak pada peningkatan pendapatan daerah.
“Dampak ekonomi dari penurunan tiket pesawat ini sangat signifikan, terutama untuk sektor pariwisata dan UMKM di daerah tujuan,” kata Sandiaga Uno, Menteri Parekraf.
Respons Maskapai dan Konsumen
Beberapa maskapai besar seperti Garuda Indonesia, Citilink, dan Lion Air Group menyatakan siap mendukung kebijakan ini. Mereka akan menyesuaikan struktur harga dan memastikan penambahan jadwal penerbangan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama libur akhir tahun.
Sementara itu, masyarakat menyambut antusias kebijakan ini. Banyak calon penumpang yang sebelumnya menunda rencana perjalanan kini mulai memesan tiket lebih awal. Platform pemesanan daring juga melaporkan peningkatan pencarian tiket sejak pengumuman kebijakan ini.
Menjaga Keseimbangan Ekonomi dan Kualitas Layanan
Meski harga tiket turun, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kualitas layanan penerbangan. Ia memastikan tidak ada penurunan standar keamanan akibat kebijakan subsidi ini.
“Subsidi yang kami berikan bukan untuk menutup kerugian, melainkan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan rakyat dan keberlanjutan industri penerbangan nasional,” jelasnya.
Dampak Positif untuk Ekonomi Nasional
Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap pergerakan masyarakat selama libur Nataru meningkat hingga 15 persen dibanding tahun lalu, yang berpotensi mendorong konsumsi nasional dan pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025.
Langkah Purbaya ini dianggap sebagai strategi fiskal adaptif yang tidak hanya berpihak pada rakyat, tetapi juga memperkuat daya saing industri penerbangan Indonesia di tengah pemulihan ekonomi global.









