
Berburu Murid hingga ke Malaysia
Kepala sekolah mengaku sering harus menyeberang hingga ke wilayah Malaysia untuk membujuk para orang tua agar menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah Indonesia. Menurutnya, banyak anak di perbatasan lebih memilih sekolah di Malaysia karena fasilitas dianggap lebih baik.
“Kami tidak menyerah, demi masa depan anak-anak bangsa. Kadang saya harus datang langsung ke rumah warga di seberang untuk menjelaskan betapa pentingnya pendidikan di sekolah Indonesia,” ungkapnya.
Seragam Bekas Jadi Solusi
Kondisi ekonomi masyarakat perbatasan juga membuat pihak sekolah harus mencari alternatif untuk kebutuhan siswa. Salah satunya dengan mengumpulkan seragam bekas dari para alumni dan masyarakat sekitar Sebatik. Seragam itu kemudian dibagikan kepada murid yang kurang mampu.
“Kalau menunggu seragam baru, banyak yang tidak sanggup beli. Jadi kami inisiatif kumpulkan seragam bekas agar anak-anak tetap bisa belajar dengan percaya diri,” jelas sang kepala sekolah.
Baca Juga :
MATTA Fair 2025 dan Festival Budaya Borneo Angkat Pariwisata Sibu Malaysia ke Level Dunia
Harapan untuk Perhatian Pemerintah
Kepala sekolah berharap agar pemerintah pusat maupun daerah lebih memperhatikan kondisi pendidikan di perbatasan. Menurutnya, fasilitas sekolah yang memadai dan dukungan untuk kesejahteraan guru akan sangat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di kawasan strategis tersebut.
“Kami bukan hanya mendidik, tapi juga menjaga merah putih tetap berkibar di perbatasan. Pendidikan adalah garda depan menjaga NKRI,” tegasnya.





