, ,

Gunung Semeru Meletus 35 Kali dalam 6 Jam, Gemuruh Terdengar Sepanjang Malam

by -136 Views
cek disini

Lumajang Aktivitas erupsi Gunung Semeru kembali meningkat. Dalam kurun waktu enam jam terakhir, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat meletus hingga 35 kali. Gemuruh dari puncak Semeru terdengar jelas sepanjang malam dan membuat warga di sekitar lereng meningkatkan kewaspadaan.

Data ini dirilis oleh Badan Geologi yang terus memantau aktivitas vulkanik melalui pos pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur. Peningkatan erupsi terjadi dengan pola yang berulang sejak sore hingga dini hari.

Letusan Beruntun Sepanjang Malam

Petugas pos pengamatan melaporkan bahwa setiap letusan memunculkan kolom abu dengan ketinggian bervariasi. Pada beberapa momen, abu membumbung hingga lebih dari 700 meter dari puncak kawah.

“Selama enam jam pemantauan, Semeru mengalami 35 kali letusan dengan intensitas yang fluktuatif. Suara gemuruh terdengar jelas hingga radius beberapa kilometer,” ujar salah satu petugas pengamat.

Pantauan visual menunjukkan sinar api dari kawah Jonggring Saloka. Fenomena ini biasanya muncul ketika material pijar meluncur ke arah lereng tenggara.

Warga Diminta Waspada, Terutama di Zona Rawan

Badan Geologi meminta warga menjauhi zona rawan bencana. Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah karena potensi aliran awan panas dan guguran lava.

Beberapa desa di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro termasuk wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan. Warga melaporkan abu tipis turun di beberapa titik, terutama pada dini hari.

Selain itu, potensi lahar hujan menjadi perhatian utama mengingat intensitas hujan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Erupsi Semeru dalam Catatan Historis

Gunung Semeru memiliki sejarah erupsi yang panjang dan konsisten. Berdasarkan data vulkanologi, Semeru termasuk gunung api dengan tipe erupsi strombolian dan vulkanian yang aktif hampir setiap tahun.

Pada Desember 2021, letusan besar Semeru menimbulkan korban jiwa dan kerusakan signifikan di beberapa desa. Karena itu, peningkatan aktivitas saat ini mendapatkan perhatian serius dari lembaga pemantauan dan pemerintah daerah.

Evakuasi Siaga, Petugas Mulai Kerahkan Logistik

Pemerintah Kabupaten Lumajang terus berkoordinasi dengan tim SAR dan relawan untuk mengantisipasi kemungkinan evakuasi. Pos siaga disiapkan untuk warga yang tinggal di area rawan.

Petugas kesehatan dan tim logistik mulai memeriksa ketersediaan masker, penerangan darurat, serta kendaraan operasional. Mereka memastikan proses evakuasi dapat berjalan aman bila aktivitas erupsi meningkat.

Dampak terhadap Penerbangan dan Cuaca

BMKG menyampaikan bahwa kolom abu Semeru berpotensi mempengaruhi jalur penerbangan tertentu, terutama rute yang melintas di wilayah Jawa Timur. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan maskapai untuk memperbarui laporan cuaca secara berkala.

Meski demikian, hingga saat ini operasional bandara di sekitar Jawa Timur masih berjalan normal dengan pengawasan intensif.

Warga: “Gemuruh Terdengar Seperti Truk Lewat”

Beberapa warga mengaku merasakan getaran kecil saat letusan terjadi. Suara yang muncul terdengar seperti truk besar yang melintas di jalan desa.

“Tadi malam suaranya jelas. Kami tetap waspada dan siap mengungsi jika ada peringatan,” ujar seorang warga Desa Sumberwuluh.

Imbauan Resmi Pemerintah

Pemerintah daerah mengimbau warga tetap tenang namun tidak mengabaikan peringatan dari petugas. Himbauan resmi dikeluarkan melalui posko desa, radio komunikasi, hingga pesan broadcast.

Selain menjaga jarak aman dari lokasi letusan, warga juga diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah untuk menghindari paparan abu vulkanik.

Kesimpulan

Aktivitas Gunung Semeru yang meletus 35 kali dalam enam jam terakhir menandakan peningkatan yang perlu dicermati serius. Meskipun belum terjadi letusan besar, masyarakat diminta tetap mengikuti instruksi petugas demi keselamatan.


Baca Juga

Kategori: Regional, Bencana Alam, Vulkanologi

tokopedia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *