News Sibu – Menelusuri lorong-rerong rumah panjang suku Iban di Sibu adalah pengalaman budaya yang mendalam, terutama ketika menyaksikan rumah panjang yang memiliki 28 pintu—masing-masing mewakili hunian satu keluarga, dan disambut dengan kehangatan tuak serta hidangan unik ulat sagu.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4864461/original/029691700_1718431688-WhatsApp_Image_2024-06-14_at_18.20.21__1_.jpeg)
Arsitektur Rumah Panjang Iban: Identitas Komunitas
Baca Juga : Ketua Komisi III Soal Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Jangan Tanya Saya
Rumah panjang (longhouse) Iban menjadi pusat komunitas — satu rangkaian ruang keluarga yang disusun memanjang, membentuk struktur kompleks yang menjunjung kebersamaan dan kekuatan sosial
Suatu longhouse di Sibu memiliki sekitar 28 pintu, artinya ada sekitar 28 unit keluarga yang tinggal bersama di bawah satu atap—mencerminkan konsep hidup komunal khas Iban
Sambutan Tradisional: Tuak & Ulat Sagu
Begitu memasuki rumah panjang, tamu biasanya disambut dengan tuak, minuman fermentasi beras ketan yang menjadi simbol keramahan dan penghormatan dalam budaya Iban
Tak ketinggalan adalah ulat sagu, hidangan lokal yang kaya nilai budaya—menjadi pelengkap dalam jamuan adat yang semakin menambah keotentikan pengalaman warga maupun wisatawan.
Kehidupan Komunal dan Peran Tuai Rumah
Setiap rumah panjang memiliki pemimpin komunitas, yang dikenal sebagai Tuai Rumah. Ia menjadi pusat pengambil keputusan, penengah perselisihan, serta penjaga adat rumah panjang
Kehidupan sehari-hari terjadi di ruai. Koridor terbuka tempat aktivitas sosial berlangsung—dari diskusi sehari-hari hingga perayaan adat dan pengambilan keputusan kolektif
Warisan Budaya dan Pariwisata Berkelanjutan
Budaya Iban, termasuk rumah panjang, tari Ngajat, dan kain tradisional Pua Kumbu. Menjadi daya tarik budaya yang mendasar bagi pariwisata budaya di Sarawak.
Para pengunjung seperti fotografer dan turis budaya sering mengadakan sesi dokumentasi di longhouse. Diperkenalkan pada kehidupan komunal asli sekaligus menikmati kuliner tradisional seperti tuak dan ulat sagu









