NEWS SIBU – Kasus penipuan online di media sosial terus meningkat, mulai dari modus investasi palsu, akun tiruan, hingga penawaran hadiah yang sebenarnya jebakan. Menyikapi hal ini, Meta perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp membagikan 3 cara utama agar pengguna lebih waspada dan terhindar dari scam online.

1. Periksa Keaslian Akun dan Informasi
Meta mengingatkan agar pengguna selalu mengecek akun resmi sebelum mempercayai pesan atau tawaran tertentu. Akun resmi biasanya memiliki centang biru verifikasi. Jangan mudah percaya pada pesan pribadi yang mengaku sebagai perwakilan perusahaan, selebritas, atau instansi pemerintah.
Tips tambahan:
-
Cek alamat email atau tautan situs yang diberikan.
-
Hindari klik link mencurigakan yang bisa mengarahkan ke situs phishing.
2. Jangan Bagikan Data Pribadi Sembarangan
Penipu sering mengiming-imingi hadiah atau promo untuk mendapatkan data pribadi seperti nomor telepon, alamat, hingga kode OTP. Meta menegaskan bahwa pihak resmi tidak pernah meminta informasi sensitif melalui chat pribadi.
Gunakan fitur keamanan tambahan seperti autentikasi dua faktor (2FA) di Facebook maupun Instagram untuk memperkuat perlindungan akun.
Baca Juga : Tips Setup Rumah dengan Lampu Pintar agar Suasana Rumah Tak Membosankan
3. Laporkan dan Blokir Akun Mencurigakan
Jika menemukan aktivitas mencurigakan, segera gunakan fitur laporkan (report) di platform Meta. Dengan begitu, tim Meta dapat segera menindak akun atau konten bermasalah. Selain itu, pengguna juga disarankan langsung memblokir akun yang terindikasi scam agar tidak bisa menghubungi lagi.
Meta Dorong Kesadaran Digital
Melalui kampanye edukasi digital, Meta ingin membangun kesadaran masyarakat agar lebih kritis saat berinteraksi di dunia maya. Dengan meningkatnya kewaspadaan pengguna, penipuan online diharapkan bisa ditekan.
“Keamanan pengguna adalah prioritas utama kami. Dengan menerapkan langkah pencegahan sederhana, siapa pun bisa terhindar dari potensi penipuan online,” tulis Meta dalam keterangannya.










